Studi Literatur Predisposisi Dan Upaya Prevensi Keganasan Kanker Serviks Pada Wanita

Mardiah Mardiah

Abstract


Kanker serviks menjadi urutan ke 7 dari segi angka kejadian kasus dan urutan ke 8 sebagai penyebab kematian secara global di dunia. Di Indonesia Kanker serviks sendiri menduduki urutan kedua dari 10 kanker yang meyebabkan kematian.Menurut Perkiraan Deperteman Kesehatan RI pada tahun 2013 jumlah wanita penderita kanker serviks sejumlah 98.962 kasus,dan sekitar 90-100 kasus kanker serviks baru terjadi, berarti setiap satu atau dua hari selalu terjadi satu kasus kanker serviks pada wanita. Pusat data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencatat kejadian kanker serviks pada wanita terus menaglami peningkatan. Kejadian kanker serviks akan sangat mempengaruhi hidup penderitanya dan juga keluarganya serta akan sangat mempengaruhi sektor kesehatan. Terjadinya peningkatan kematian akibat kanker serviks diduga karena keterlambatan penanganan, dikarenakan ketidaktahuan wanita tentang predisposisi dan bagaimana upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan.Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui predisposisi kanker servik dan bagaimana upaya prevensi yang dapat dilakukan oleh wanita untuk mencegah terjadinya keganasan kanker serviks. Dengan metode studi literatur berupa jurnal Penelitian Cholifah, et al (2017) Meneliti tentang faktor yang mempengaruhi deteksi kanker serviks,Penelitian Susi, Et al (2017) Persepsi Kanker serviks dan upaya Prevensinya pada perempuan yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker, dan telaah buku panduan Penatalaksanaan kanker serviks yang diterbitkan oleh kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kata kunci: Kanker serviks, Predisposisi, Prevensi

ABSTRACT

Cervical cancer ranks 7th in terms of number of cases and ranks 8th as a cause of death globally in the world. In Indonesia, cervical cancer ranks second in 10 cancers that cause death. According to the 2013 Ministry of Health's Ministry of Health estimates the number of women with cervical cancer was 98,962 cases, and about 90-100 new cases of cervical cancer occurred, meaning that every one or two days always there is one case of cervical cancer in women. Data and Information Center of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia noted the incidence of cervical cancer in women continues to increase. The incidence of cervical cancer will greatly affect the lives of sufferers and their families and will greatly affect the health sector. The occurrence of an increase in deaths from cervical cancer is thought to be due to late treatment, due to ignorance of women about predisposition and how prevention of cervical cancer can be carried out. With the literature study method in the form of the journal Cholifah Research, et al (2017) Examining the factors that influence the detection of cervical cancer, Susi Research, Et al (2017) Perception of Cervical Cancer and Prevention efforts in women who have a family with a history of cancer, and study guidebook Management of cervical cancer published by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia.


Keywords: Cervical Cancer, Predisposition, Prevention


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Shadine, Mahannad. 2012. Penyakit Wanita. Yogyakarta: Citra Pustaka.

Kemenkes RI,2013. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks.Komite penanggulangan Kanker Nasional

World Health Organization (WHO). 2015. Comprehensive Cervical Cancer Control: A Guide to Esensial Practice. Geneva.

Globocan, No Title. Cervical Cancer, Estimate Incidence, Mortaliti and Prevalence Worldwide in 2012. 2012.

Wahidin, Mugi. 2015. Situasi Penyakit Kanker Issn 2088-270x. Jakarta: Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan Ri

Maharani, S. 2012 Kanker : Mengenal 13 Jenis Kanker Dan Pengobatannya Jakarta: Kata Hati

Tilong, A.D. (2012). Bebas Dari Ancaman Kanker Serviks. Yogyakarta : Flashbooks

Susi, Et al (2017) Persepsi Kanker serviks dan upaya Prevensinya pada perempuan yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker

Abdi, Alfian Putra. 2019. Kemenkes: Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di Indonesia. Diakses: 05 Mei 2019.

Abdi, Alfian Putra. 2019. Kemenkes: Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di Indonesia. Diakses: 05 Mei 2019. Bobak etal., 1993).

Wijayakusuma, Hembing. 2005. Atasi Kanker dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa Swara.

Cholifah, Noor., Rusnoto & Hidayah, Nur. 2017. Faktor yang Mempengaruhi Deteksi Dini Kanker Serviks. Jurnal Urecol. Hal 457-470.

Handayani, Lestari., Suharmiati &Ayuningtyas, Atika. Menaklukkan Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alami. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Rasjidi, Imam. 2010. 100 Questions & Answers: Kanker Pada Wanita. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Irwan. 2016. Epidemiologi Penyakit Menular. Yogyakarta. Deepublisher.

Castellsagué, Xavier Et Al. 2002. Male Circumcision, Penile Human Papillomavirus Infection, And Cervical Cancer In Female Partners. N Engl J Med: 346: 1105-1112. Available From: Http://Content.Nejm.Org/Cgi/Content/Full/346/15/1105. [Diakses 20 Juli 2016]

Abdi, Alpian Putra. 2019. Kemenkes: Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di Indonesia. Diakses: 05 Mei 2019

Diananda, R., 2009. Kanker Serviks: Sebuah Peringatan Buat Wanita. In: Diananda, R. Mengenal Seluk-Beluk Kanker. Yogyakarta: Katahar




DOI: https://doi.org/10.33859/psmumns.v0i1.39

Refbacks

  • There are currently no refbacks.