Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Perilaku Berisiko terkena Infeksi Menular Seksual pada Remaja di Puskesmas Menteng Palangka Raya

Stefanicia Stefanicia, Lelly Oktarina, Nita Kusuma Lindarsih

Abstract


 

Latar Belakang: Pada masa remaja, banyak terjadi perubahan biologis, psikologis, maupun sosial, dengan masih adanya kejadian kasus infeksi menular seksual yang menjadi bukti bahwa remaja rentan terhadap perilaku berisiko terkena infeksi menular seksual.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usia, jenis kelamin, dengan perilaku berisiko terkena infeksi menular seksual pada remaja di Puskesmas Menteng Palangka Raya.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 74 remaja Puskesmas Menteng Palangka Raya dengan metode pengambilan sampel dengan simple random sampling.

Hasil: Hasil analisis bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa usia dengan perilaku berisiko terkena IMS usia (p=0,000), dan  jenis kelamin (p=0,607). Terdapat hubungan usia, dengan perilaku berisiko terkena infeksi menular seksual.

Kesimpulan: Berdasarkan Hasil Penelitian maka perlunya menyelenggarakan program, mengevaluasi atau mengaktifkan kembali kegiatan Bimbingan Konseling, PKPR, dengan sasaran remaja maupun orang tuanya, dan membentuk LSM atau konselor khusus yang berkonsentrasi pada remaja.

 

Kata kunci : Remaja, perilaku berisiko, infeksi menular seksual

 

 

Abstract

 

Background: During adolescence, there are many biological, psychological, and social changes, with the occurrence of cases of sexually transmitted infections which is evidence that adolescents are vulnerable to risky behavior for sexually transmitted infections.

Objective: This study aims to determine the age, sex, and risk behavior of sexually transmitted infections in adolescents at the Menteng Palangka Raya Health Center.

Method: This study was an observational analytic study with a cross-sectional design. The sample size in this study was 74 teenagers in the Menteng Palangka Raya Health Center with a simple random sampling method.

Results: The results of the bivariate analysis of this study showed that age with risk behavior was affected by age STI (p = 0,000), and gender (p = 0.607). There is a relationship of age, with a risk of sexually transmitted infections.

Conclusion: Based on the Research Results, it is necessary to organize a program, evaluate or reactivate the activities of Counseling Guidance, PKPR, targeting youth and their parents, and form a special NGO or counselor that concentrates on youth.

Keywords: Teenagers, risk behaviors, sexually transmitted infections


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Arjani, I,A. 2015.Identifikasi Penyebab Infeksi Menular Seksual.Jurnal Skala Husada.Denpasar: Volume 12 Nomor 1 April 2015 : 15-21.3

Center for Disease Control and Prevention.2011. Sexually Transmitted Disease Surveillance 2010.Atlanta: U.S Department of Health and Human Services, Division of STD Prevention.

Fatikah, Lodyya F.Z. 2010. Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Sikap Menghadapi Premenstrual Syndrome di SMAN 5 Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran Sebelas Maret Surakarta

J, Miftahul. 2016. Remaja dan Tugas-Tugas Perkembangannya dalam Islam.Jurnal Psikoislammedia.Vol 1.(1).

Kemenkes R1. 2011. Surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) 2011. Jakarta : Kemenkes RI

Kozier, B.,Erb,G.,Berman,A.,&Synder.S,j, 2004. Fundamentals of Nursing Concepts, Process, and Practice.Seventh Edition.USA: Pearson Prentice Hall

Mubarak. 2007. Promosi Kesehatan Sebuah Pengamatan Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogjakarta: Graha Ilmu

Kozier, B.,Erb,G.,Berman,A.,&Synder.S,j, 2004. Fundamentals of Nursing Concepts, Process, and Practice.Seventh Edition.USA: Pearson Prentice Hall

World Health Organization. 2011. Sexually Transmitted Infections.Geneva: WHO.diakses Dari www.who.int




DOI: https://doi.org/10.33859/psmumns.v0i1.47

Refbacks

  • There are currently no refbacks.