ANALISIS SENYAWA BORAKS YANG TERKANDUNG DALAM MIE MERAH X

Tuti Alawiyah, Iwan Yuwindry, Paul Joae Brett Nito

Abstract


Latar Belakang : Makanan yang dijajakan sekarang ini tidak terlepas dari zat atau bahan yang mengandung unsur berbahaya dan pengawet misalnya makanan yang mengandung logam berat (Pb, Cd, Hg, Ra, dsb),dan bahan pengawet (boraks, formalin, alkohol) yang berbahaya bagi tubuh
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah Agar dapat mengetahui apakah boraks terkandung pada mie merah X yang biasa dijual dipasaran dengan menggunakan metode uji nyala api, uji kertas tumerik dan titrasi Asidi Alkalimetri
Metode : Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, metode kuantitatif dilakukan identifikasi uji nyala api dan uji warna kertas,Uji terhadap anion Ba3- Uji dengan BaCl2, sedangkan uji kuantitatif dilakukan dengan uji titrasi asidi alkalimetri
Hasil : Dari hasil uji kualitatif identifikasi uji nyala api dan uji warna kertas,Uji terhadap anion Ba3- Uji dengan BaCl2 menunjukkan hasil yang positif dan kuantitatif sampel uji mengandung boraks dengan % kadar yaitu sebanyak 1,30% boraks yang terkandung didalam sampel uji.
Kesimpulan : Sampel mie X positif mengandung boraks sebanyak 1,30% dan ini tidak boleh digunakan karenaa menurut BPOM boraks sama sekali dilarang penggunaan nya dalam makanan ataupun minuman.

Kata Kunci: Boraks, Mie merah, Kualitatif, Kuantitatif

Background: Foods currently sold cannot be separated from substances or ingredients that contain harmful elements and preservatives such as foods containing heavy metals (Pb, Cd, Hg, Ra, etc.), and preservatives (borax, formalin, alcohol) that are harmful to the body
Objective: The purpose of this study was to be able to find out whether borax is contained in red X noodles which are usually sold in the market using the flame test method, turmeric paper test and titration of Asidi Alkalimetry

Method: The method used is qualitative and quantitative, the quantitative method is the identification of the flame test and the colour test of the paper, Test of the Ba3-Test anion with BaCl2, while the quantitative test is carried out with the alkalimetry asidi titration test

Results: From the results of the qualitative test identification of the flame test and the colour test of the paper, the Test of Ba3-anion Test with BaCl2 showed a positive and quantitative result of the test sample containing borax with% content 1.30% borax contained in the test sample

Conclusion: The positive sample of X noodles contains borax as much as 1.30% and this should not be used because according to BPOM it is totally prohibited to use it in food or drink.

 

Keywords: Borax, red noodles, qualitative, quantitative


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Afrianti, L.H. 2008. Teknologi Pengawet pangan. Bandung: Alfabeta.

Anonim. 2005. Makanan Berboraks juga di Makassar. Makassar.

Departeman Kesehatan RI. 1993. Pedoman Pengujian dan Pengembagan Fitofarmaka, Penapisan Farmakologi Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik. Jakarta : Depkes RI pp 15-17

Effendi, I. 2004. Pengantar Akuakultur. Penebar swadya. Jakarta.

Hermana. (1991). Iradiasi Pangan. Bandung. Penerbit ITB.

Neviranto, R. 1991. Ancaman Boraks Lewat Bakso. P.T. Grafiti Pers; Jakarta.

Nurhadi, M. 2012. Kesehatan Masyarakat Veteriner (Higiene Bahan Pangan Asal Hewan dan Zoonosis). Yogyakarta (ID): Gosyen Publishing.

Simpus. 2005. Bahaya Boraks. Pengantar Teknologi Pangan. Intisari Pustaka Utama; Jakarta.

Subiyakto. 1991. Pengantar Seranggan, Hama, Penyakit , dan Gulma padi. Kanisius : Yogyakarta

Tumbel, M. 2010. Analisa Kandungan Boraks dalam Mie Basah yang Bredar di Kota Makassar. Jurnal Chemica (internet). (diunduh 24 Mei 2016) 11 (1). Hal. 57-64.

Tubagus I, Citraningtyas G, Fatimawali. 2013. Identifikasi dan Penetapan Kadar Boraks Dalam Bakso Jajanan di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi (Internet). (diunduh 18 Mei 2016). (24). Tersedia Pada : http.//ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/download/3104/2


Refbacks

  • There are currently no refbacks.