FORMULASI DAN EVALUASI SUSPENSI UBI CILEMBU DENGAN MENGGUNAKAN PERBANDINGAN SUSPENDING AGENT ANTARA NA CMC DAN XANTHAN GUM

Noval Noval, Feni Ferlina, Khusnul Berty Indartantri

Abstract


Ubi cilembu merupakan kultivar ubi jalar merupakan ras local dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ubi cilembu memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Sifat ubi cilembu yang tidak larut dalam air dapat diformulasikan dalam bentuk suspensi. Agar mendapatkan suspensi yang baik diperlukan uji stabilitas fisik dengan menggunakan perbandingan suspensing agent yaitu Na. CMC dan Xanthan gum. Percobaan ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan suspensi ubi cilembu dengan menggunakan perbandingan suspending agent Na. CMC dan Xanthan gum dan melakukan evaluasi sediaan. Pembuatan suspensi dengan metode dispersi. Evaluasi yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, volume sedimentasi, viskositas, pH, massa jenis, dan bentuk kristal. Pada percobaan didapatkan hasil formula 1 (Na. CMC 1%) dan formula 2 (Xantan gum 1%)  yaitu suspensi berwarna merah muda, rasa manis, dan bau mint. Bentuk kristal pada formula 1 dan formula 2 adalah bulat dan besar. Hasil pengukuran tinggi endapan pada formula 1 adalah 1,5 cm dan pada formula 2 adalah 0 cm. Ph yang didapat pada formula 1 dan formula 2 adalah 6,52 dan 6,82. Massa jenis formula 1 dan formula 2 adalah 0,4488 g/ml dan 1,086 g/ml. Pengukuran viskositas kedua formula didapatkasn hasil yang berbeda, yaiu suspensi formula 2 lebih kental dibandingkan dengan formula 1. Terdapat perbedaan antara formula 1 dan formula 2 yaitu pada hasil evaluasi pengukuran tinggi endapan, viskositas, dan bobot jenis. Pada formula 2 didapatkan suspensi yang lebih kental dibandingkan dengan formula 1.

Kata kunci: suspensi, ubi cilembu, supending agent.

 

Cilembu sweet potato is a sweet potato cultivar which is a local race and is consumed by many people. Cilembu sweet potato has a beneficial effect on health. Cilembu sweet potato which is not soluble in water can be formulated in the form of suspension. In order to get a good suspension a physical stability test is needed by using a ratio of suspensing agent, Na. CMC and Xanthan gum. This experiment aims to formulate Cilembu sweet potato suspension preparations by using suspending agent comparison Na. CMC and Xanthan gum and evaluate preparations. Making a suspension by the dispersion method. The evaluations included organoleptic tests, sedimentation volume, viscosity, pH, density, and crystal shape. In the experiment, the results of formula 1 (Na. CMC 1%) and formula 2 (Xantan gum 1%) are pink suspension, sweet taste, and mint smell. Crystal form in formula 1 and formula 2 is round and large. The result of the measurement of sediment height in formula 1 is 1.5 cm and in formula 2 it is 0 cm. The pH obtained in formula 1 and formula 2 is 6.52 and 6.82. The density of formula 1 and formula 2 is 0.4488 g/ml and 1.086 g/ ml. Measurement of the viscosity of the two formulas obtained different results, but the suspension of formula 2 is thicker than that of formula 1. There is a difference between formula 1 and formula 2, which is the evaluation results of the measurement of sediment height, viscosity, and specific gravity. In formula 2 a thicker suspension is obtained compared to formula 1.

 

Keywords: suspension, Cilembu sweet potato, supending agent.


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Anief, M., 1994. Farmasetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ansel. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press.

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta.

Fatmawati, Umi. 2018. Formulasi Suspensi Analgesik-Antipiretik Ibuprofen Dengan Suspending Agent Gom Arab Dan CMC-Na. Journal of Pharmacetical Care Anwar Medika. Vol. 1 No.1.

Fitriani, Yeyen Nor., dkk. 2015. Formulasi and Evaluasi Stabilitas Fisik Suspensi Ubi Cilembu (Ipomea batatas L.) dengan Suspending Agent CMC Na dan PGS Sebagai Antihiperkolesterol. Jurnal Farmasi Sains Dan Terapan. Volume 2. Nomor 1.

Kulshreshtha, A.K., Onkar, N.S., dan Wall, G.M. 2010. Pharmaceutical Suspensions: From Formulation Development to Manufacturing. New York: AAPS Press.

Lachman, L., Lieberman, H.A., & Kanig, J. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Edisi Ketiga. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Martin, Alfred., dkk. 1993. Farmasi Fisik Edisi Ketiga. Jakarta: UI Press.

Nurlina, dkk. 2014. Formulasi Suspensi Kering Kombinasi Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma longa L.) Dan Serbuk Daging Buah Pisang Kepok (Musa bablbisiana colla) Dengan Variasi Bahan Pensuspensi. Jurnal As-Syifaa Vol 06 (02): Hal. 166-177.

Winarno, F.G. 1990. Bahan Tambahan Makanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F.G. 1994. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wiraandini, Ni Putu Devi., dkk. 2019. Pengembangan Suspensi Kombinasi Ekstrak Buah Mahkota Dewa Dan Daun Kelor Dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pensuspensi Xanthan Gum. Jurnal Farmasi Universitas Pakuan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.