HUBUNGAN STATUS ELEKTROLIT DAN PENGGUNAAN VENTILATOR MEKANIK DENGAN KEJADIAN DELIRIUM PADA PASIEN PASCAOPERASI KRANIOTOMI DI INTENSIVE CARE UNIT

Sri Siti Khadijah, Diah Retno Wulan

Abstract


Latar Belakang: Kraniotomi merupakan pembedahan kranium untuk mengangkat abnormalitas jaringan baik tumor, kanker, atau hematoma pada kepala. Pada pasien pascaoperasi kraniotomi sering disertai dengan ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan napas sehingga dibutuhkan penggunaan ventilator mekanik untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh. Yang mana efek dari ketidakseimbangan elektrolit dan penggunaan ventilator mekanik akan menyebabkan gangguan disfungsi otak yang berupa delirium.

Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status elektrolit dan penggunaan ventilator mekanik dengan kejadian delirium pada pasien pascaoperasi kraniotomi.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin terhadap pasien pascaoperasi kraniotomi di ICU pada bulan Mei-Juni 2018 dengan metode accidental sampling.  

Hasil: Hasil uji statistik alternative chi square (Fisher exact) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status elektrolit (p value 0,001) dan penggunaan ventilator mekanik (p value 0,004) dengan kejadian delirium pada pasien pascaoperasi kraniotomi di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini perlu dikembangkan dalam penatalaksanaan pada pasien delirium terutama pada pasien kraniotomi sehingga mengurangi angka mortalitas.

Kata kunci : Delirium, Elektrolit, ICU, Kraniotomi, Ventilator Mekanik


Keywords


Delirium, Elektrolit, ICU, Kraniotomi, Ventilator Mekanik

Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Aditianingsih. (2013). Indikasi Ventilasi Mekanik. Departemen Anestesiologi dan Intensive Care Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Adiwinata, R., Oktaliansah, E., & Maskoen, T.T. (2016). Angka kejadian delirium dan faktor risiko di intensive care unit rumah sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Anestesi Perioperatif, 4(1) pp. 36-41

Brummel & Girard. (2013). Preventing delirium in the intensive care unit. NIH Publisher Access, 29(1), pp. 51-65.

Cavallazi, R., Saad, M., Marik, PE (2012). Delirium in the ICU: An Overview. Annals of Intensive Care, 2 (49), pp. 1-11.

Chen C, Zhang Z, Chen T. (2015). Prolonged mechanical ventilation-induced neuroinflammation affects postoperative memory dysfunction in surgical mice. Critical Care 2015;19:159.

Dewi, A. (2014). Modul pelatihan keperawatan intensif dasar. Bogor: In Media

Dodiq., A, Untung., Purwoko. (2013). Profil Penggunaan Ventilator Pada Pasien Post Operasi Kraniotomi E.C. Tumor Cerebri Di Rumah Sakit Dr Moewardi (Rsdm) Surakarta Tahun 2008-2010. Jurnal Medika Moewardi, November, 2(2) pp. 6-12.

Dewanto, G. (2009). Panduan praktik diagnose dan tata laksana penyakit syaraf. Jakarta: EGC.

Faught, D. (2014). Delirium: The Bedside NurseRole in Prevention, Diagnosis aadn Treatment. Medsurg Nursing, 23(5), pp. 301-305

González-López A, Lopez-Alonso I, Aguirre A, et al. (2013). Mechanical ventilation triggers hippocampal apoptosis by vagal and dopaminergic pathways. American Journal Respiration and Critical Care Medicine 2013;188:693-702.

Hambly, P.R., Sainbury, M.C. (2007). Manajemen perioperative penatalaksanaan pasien bedah di bangsal. Jakarta: EGC.

Hidayat, A.A. (2014). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Jakarta: salemba medika

Hudak, C.M., Gallo, M.B., Fontaine, D., Morton, P.G. (2011). Keperawatan kritis: pendekatan asuhan holistic edisi 8 revisi. Jakarta: EGC.

Horacek, R., Krnacova, B., Prasko, J., Latalova, K. (2016). Delirium as a complication of the surgical intensive care. Dovepress,desember pp. 2425-2434.

Indrayani, F. (2015). Gambaran faktor-faktor yang menyebabkan pemasangan ventilator pada pasien ICU RSUD DR. H. Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin Program S1 Keperawatan.

Kemenkes. (2011). Profil Kesehatan Indonesia (internet). Tersedia dalam (diakses tanggal 18 Januari 2018)

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778/KEMENKES/SK/.XII/2010. Pedoman penyelenggaraan pelayanan intensive care unit (ICU) di Rumah sakit.

Koplan & Sadock. (2008). Concise textbook of clinical psychiatry 3rd edition. USA: Lipponcott Williams & Wilkuns Publishers.

Laksono, B.H., Oetoro, B.J., Rahardjo, S., Saleh, S.C., (2014). Gangguan Natrium Pada Pasien Bedah Saraf. Jurnal Neuroanestesi Indonesia 2014;3(1):48-57.

Luman, A. (2015). Delirium Syndrome. Department of Medicine. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara, Medan. 42 (10), pp. 744-748.

Machfoedz, I. (2014). Metodologi penelitian bidang kesehatan, keperawatan, dan kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Medscape. (2015). Craniotomy (internet). tersedia dalam (diakses tanggal 4 Januari 2018)

Muttaqin, A. & Kumala, S. (2009). Asuhan keperawatan perioperative konsep, proses, dan aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2016). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan praktis. Jakarta: salemba medika.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

O’Brien, P.G., Kennedy, W.Z., Ballard, K.A. (2014). Keperawatan kesehatan jiwa psikiatrik teori & praktik. Jakarta: EGC

O’Regan, N.A., Fitzgerald, J., Tommons, S., O’Connell, H. Meagher, D. (2013). Delirium: A key challenge for perioperative care. Journal of Intensive Care, November, pp. 136-144.

Pipanmekaporn, T., Chittawatanarat, K., Chaiwat, O. (2015). Incidence and risk faktor of delirium in multi-center Thai surgical intensive care units: a prospective cohort study. Journal of Intensive Care), desember, 3(53) pp. 1-8

Pribadi, H.T. (2012). Angka kematian pasien kraniotomi di ICU dan HCU RSUP Dr. Kariadi. KTI. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Rohmawanur, T.T., Indriasari, Redjeki, I.S. (2015). Risk Ratio kejadian pada pasien dengan faktor resiko yang dinilai dengan Confussion Assessment Method of intensive care unit (CAM-ICU) di perawatan ruangan intensif rumah sakit.

Dr. Hasan Sadikin Bandung. Anesthesia & Clinical care. 33(3), pp. 206-212.

Rhicard, A.P. (2014). Lecture note: keseimbangan cairan dan elektrolit. Tanggerang Selatan: Binapura Aksara Publisher.

Setiadi. (2013). Konsep & praktik penulisan Riset keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sutjahjo, A. (2015). Dasar-dasar ilmu penyakit dalam. Surabaya: Airlangga University Press (AUP).

Sunarti,S., R, Masruroh., D, Dimas Ryan. (2015). Profil pasien geriatric dengan delirium di rumah sakit umum saiful anwar malang periode januari 2005-juni 2010. Artikel, Juli, 1(2) pp. 61-67.

Susila & Suyanto. (2015). Metodologi Penelitian Cross Sectional. Klaten: Bosscript.

Stuart, G.W. (2016). Prinsip dan praktik keperawatan kesehatan jiwa stuart buku 1 edisi Indonesia. Singapore: Elsevier Inc.

Skwarecki, B. (2015). Artikel. Delirium in ICU Patient linked to mortality, longer stays (internet). Tersedia dalam < https://www.medscape.com/viewarticle/845901> (diakses tanggal 16 Desember 2017)

Syaifuddin. (2016). Ilmu biomedik dasar untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta: salemba medika.

Syah, B.I.A., Gaus, S., Rahardjo, S., (2016). Manajemen Cairan dan Elektrolit Pada Pasien Cedera Kepala. Journal Neuroanestesi Indonesia 2016;5(3):197-209.

Tanriono, C, Lalenoh, D.C., Laihad, M.L. (2017). Profil Pasien Pasca Kraniotomi di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. kandou Manado Periode Juli 2016-Juni 2017. Journal e-Clinic (eCl), vol. 5 no. 2, Juli-Desember 2017.

Terry, C.L. (2011). Keperawatan kritis Ed. 1. Yogyakarta: Rapha Publisher

Turon, M., Gonzalo, S.F., De Haro, C, Magrans, R., Lopez-Aguilar, J., Blanch, L. (2018). Mechanisms Invloved in Brain Dysfunction in Mechanically Ventilated Critically Ill Patient: implication and therapeutics. Annals of Translational Medicine,vol 6, no 2 January 2018).

Vaughans, B.W. (2013). Keperawatan dasar demystified Ed. 1. Yogyakarta: Raphe Publishing.

Valerie, J.P. & E. Wesley Ely. (2015). Delirium in crinical care core critical care second edition. United Kingdom: Cambridge University Press.

Wulan, D.R. (2017). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian delirium pada pasien pascaoperasi kraniotomi di Intensive care unit (ICU) RSUD Ulin Banjarmasin. Tesis. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Whitlock, E.L, Vannucci, A., Avidan, M.S. (2011). Postoperative Delirium. NIH Public Acces. 77 (4), pp. 448-456.

Yusnidar. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko penyebab infeksi post kraniotomi di rumah sakit daerah Dr. Zainoel Abidin banda aceh. Skripsi. Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kula Banda Aceh.

Yaswir, R & Erawati, I. (2012). Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan Laboratorium. Jurnal kesehatan andalas, 1(2) pp 80-85

Zwingly, P., Oley, M.Ch., Limpeleh, H.P. (2015). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Cedera Kepala Pasca Operasi Periode Januari 2012 - Desember 2013 Di Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal e-Clinic (eCl), Januari-april, 3(1) pp. 563-567.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.