NYERI DESMINORE PADA REMAJA PUTRI DENGAN KOMPRES HANGAT

Ika Friscila

Abstract


Latar belakang: Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Salah satu perubahan yang dialami remaja putri adalah mengalami menstruasi. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan saat menstruasi yaitu dismenore (nyeri saat haid).

Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian kompres hangat terhadap pengurangan nyeri dismenore pada remaja putri.

Metode: Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest perbandingan dua kelompok. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan Januari-Februari 2020. Populasi pada penelitian ini mahasiswa Jurusan Kebidanan UNISM yang mengalami dismenorea. Sampelnya 44 responden.

Hasil: Didapatkan bahwa rata-rata nyeri responden sebelum diberikan kompres hangat yaitu 6,04 (nilai SD 1.046) sedangkan rata-rata nyeri responden setelah diberikan kompres hangat adalah 3,09 (nilai SD 1.231). Terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah dilakukan kompres hangat dengan p = 0,000 dimana p < 0,05.

Kesimpulan: Kompres hangat dapat menurunkan tingkat nyeri dismenorea pada mahasiswa di Jurusan Kebidanan UNISM.

 

ABSTRACT

 

Background: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. One of the changes experienced by young women is experiencing menstruation. One of the most common complaints during menstruation is dysmenorrhea (pain during menstruation).

Objective: To analyze the relationship between giving warm compresses and reducing dysmenorrhea pain in young women.

Methods: The design of this study used a pretest-posttest comparison of two groups. Data collection was carried out in January-February 2020. The population in this study were students of the UNISM Midwifery Department who experienced dysmenorrhoea. The sample is 44 respondents.

Results: The mean pain of respondents before being given warm compresses was 6.04 (SD value 1.046), while the mean pain of respondents after being given warm compresses was 3.09 (SD value 1.231). There is a significant difference before and after warm compresses with p = 0.000 where p <0.05.

Conclusion: Warm compresses can reduce the level of dysmenorrhea pain in Midwifery Department students, UNISM.

 

Keywords: Dysmenorrhea, Warm Compress, Young Women

 

 

Kata Kunci: Dismenore, Kompres Hangat, Remaja Putri


References


Anurogo dan Wulandari. (2011). Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: ANDI.

Atikah. (2009). Buku ajar gizi untuk Kebidanan. Nuha Medika.

Dahlan, A. (2017). Pengaruh Terapi Kompres Hangat Terhadap Nyeri Haid (Dismenorea) pada Siswi SMK Perbankan Simpang Haru Padang. Jurnal Endurance. https://doi.org/10.22216/jen.v2i1.278

Kumalasari, A. I. (2012). Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Maidarti, Hayati, S., & Hasanah, A. P. (2018). Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung. Jurnal Keperawatan BSI.

Manuaba, I. (2010). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: Arcan.

Nida, R. M., & Sari, D. S. (2016). Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Siswi Kelas XI SMK Muhammadiyah Watukelir Sukoharjo (The Influence Of Warm Compress Decrease In Dismenorhea Eleventh Grade Students Of SMK Muhammadiyah Watukelir Sukoharjo). Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional. https://doi.org/10.37341/jkkt.v1i2.84

Ningsih, R. (2011). Efektifitas Paket Pereda Terhadap Intensitas Nyeri Pada Remaja Dengan Dismenore Di Sman Kecamatan Curup. Skripsi Universitas Indonesia.

Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.

Sudikno, S., & Sandjaja, S. (2020). Usia Menarche Perempuan Indonesia Semakin Muda: Hasil Analisis RISKESDAS 2010. Jurnal Kesehatan Reproduksi. https://doi.org/10.22435/kespro.v10i2.2568




DOI: https://doi.org/10.33859/psmumns.v2i1.258

Refbacks

  • There are currently no refbacks.