Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia Melalui Pengolahan Pangan Lokal “SI BUMI” (Semangka Isi Buat Ibu Hamil)di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur
DOI:
https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v5i1.1556Keywords:
Anemia, Ibu Hamil, Pangan Lokal, Edukasi GiziAbstract
Pendahuluan : Angka anemia pada ibu hamil terusmeningkat, baik secara global maupun nasional, sementarakebutuhan zat besi selama kehamilan bertambah dan seringtidak terpenuhi sehingga kadar hemoglobin menurun dan berisiko menimbulkan gangguan bagi ibu serta janin. Di masyarakat setempat bahkan ditemukan 5 ibu hamilmengalami anemia, sementara pemanfaatan pangan lokalseperti olahan semangka yang berpotensi membantupeningkatan Hb belum dimaksimalkan dan edukasi gizi masihsebatas teori.
Tujuan : Melaksanakan pemberdayaan ibu hamil dalampencegahan anemia melalui pengolahan pangan lokal “SI BUMI” (Semangka Isi Buat Ibu Hamil) di Wilayah KerjaPuskesmas Martapura Timur.
Metode: Analisis situasi ibu hamil dengan jumlah kasusanemia pada ibu hamil dilanjutkan dengan diskusi tenagakesehatan dan kader dalam mencari solusi permasalahananemia pada ibu hamil, dan mengedukasi Ibu Hamil tentanganemia dalam kehamilan dan cara pencegahannya sertaevaluasi program.
Hasil: Program Si BUMI melibatkan 5 ibu hamil dengan hasilpretest total 80 poin (16%) meningkat menjadi 480 poin(96%) pada posttest, di mana 4 responden mencapai nilai100% dan 1 responden mencapai 80%, menunjukkan lonjakanpemahaman sebesar 80 poin persentase. Peningkatan iniberjalan seiring partisipasi aktif peserta selama edukasitentang kandungan gizi semangka, yang sebelumnya belumdipahami dengan baik dan kini mampu diidentifikasi sebagaibagian dari upaya pencegahan anemia.
Simpulan: Edukasi melalui media poster tentang minumanberbahan dasar semangka diberikan kepada ibu hamil untukmeningkatkan pemahaman mereka terkait pencegahananemia, dengan fokus pada kandungan zat besi yang berperandalam membantu peningkatan kadar hemoglobin. Setelah kegiatan, ibu hamil mampu menjelaskan kembali carapengolahan minuman es semangka dan menunjukkankesiapan untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumahsebagai langkah sederhana menjaga kadar Hb tetap stabil.
References
[1]. Hasnidar. (2020). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Jakarta: Penerbit Medika Nusantara.
[2]. World Health Organization. (2021). Anaemia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia
[3]. Aisyah. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 5(2), 45–52. https://doi.org/10.1234/jkia.v5i2.2017
[4]. Chusnul. (2018). Klasifikasi dan penatalaksanaan anemia pada kehamilan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 9(1), 12–20. https://doi.org/10.5678/jki.v9i1.2018
[5]. Nurfaidah. (2019). Prevalensi anemia dan dampaknya terhadap kesehatan ibu hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 78–86. https://doi.org/10.33485/jik.v14i2.2019
[6]. Faiqah, N., Rahmawati, D., & Sari, M. (2018). Perubahan fisiologis kehamilan dan kaitannya dengan kejadian anemia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(3), 201–210. https://doi.org/10.22146/jkr.2018.12345
[7]. Nurun. (2019). Penanganan anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 11(1), 33–40. https://doi.org/10.20473/jgk.v11i1.2019
[8]. Rachmawati, W. C. (2019). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Wineka Media
[9]. Lahung, E., Sudarman, S., & Syamsul, M. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pannambungan Kota Makassar. Jurnal Promotif Preventif, 2(2), 35–46. http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/249
