Analisis Kejadian Abortus Inkomplit Di Rsia Paradise Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2021

Analysis Of The Incidence Of Incomplete Abortion In RSIA Paradise Tanah Bumbu District In 2021

Penulis

  • Pitriah Pitriah Universitas Sari Mulia
  • Winda Maolinda Program Studi Pendidikan Profesi Bidanan, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia
  • Novita Dewi Iswandari Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.33859/swqzh249

Abstrak

Latar Belakang: AKI di Indonesia pada tahun 2016 berkisar 306 orang per 100.000, sedangkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017 mencatat kasus kematian ibu dan anak tercatat ada 92 kasus kematian ibu, sementara ada 811 kasus kematian bayi. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 11 Desember 2022 di RSIA Paradise didapatkan data angka kejadian Abortus Inkomplit pada Januari 2019-Desember 2019 sebanyak 62 orang, Januari 2020-Desember 2020 sebanyak 68 orang.

Tujuan: Menganalisis Kejadian Angka Abortus Inkomplit di RSIA Paradise Kabupaten Tanah Bumbu.

Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu Survey Analitik dengan menggunakan Case Control dengan pendekatan Retrospective. Pengambilan sampel menggunakan perbandingan 1:2 pada sampel case berjumlah 75 orang dengan menggunakan total sampling dan pada sampel control 175 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling, data analisis menggunakan Chi Square.

Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan usia yang tidak beresiko  dan tidak terjadi abortus inkomplit sebanyak 117 orang, paritas beresiko  dan tidak abortus inkomplit sebanyak 91 orang, dan jarak kehamilan tidak beresiko dan tidak abortus inkomplit sebanyak 109 orang.

 

Diterbitkan

2023-11-12

Cara Mengutip

Analisis Kejadian Abortus Inkomplit Di Rsia Paradise Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2021: Analysis Of The Incidence Of Incomplete Abortion In RSIA Paradise Tanah Bumbu District In 2021. (2023). Proceeding Of Sari Mulia University Midwifery National Seminars, 5(1), 203-211. https://doi.org/10.33859/swqzh249