H HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT RAWI
RELATIONSHIP BETWEEN EATING FREQUENCY AND STUNTING IN TODDLERS IN THE WORKING AREA OF THE BUKIT RAWI COMMUNITY HEALTH CENTER
DOI:
https://doi.org/10.33859/d75wxx91Kata Kunci:
Balita, Frekuensi Makan , StuntingAbstrak
Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang menggambarkan tidak tercapainya potensi pertumbuhan sebagai akibat status kesehatan dan gizi yang tidak optimal yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Puskesmas Bukit Rawi menempati urutan pertama prevalensi stunting yaitu sebesar 32,58% dengan jumlah balita stunting sebesar 99 balita dari 346 balita yang terdaftar di Puskesmas Bukit Rawi.
Tujuan: Menganalisis hubungan frekuensi makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas bukit rawi.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi berjumlah 346 anak. Sampel berjumlah 78 anak yang diambil meggunakan rumus slovin dengan teknik simple random sampling. Data analisis menggunakan uji chi square.
Hasil: Frekuensi makan balita dengan kejadian stunting didapatkan dari 17 balita yang frekuensi makannya jarang 13 anak (76,5%) stunting dan 4 orang (23,5%) tidak stunting, frekuensi makannya sering 2 anak (5,6%) stunting dan 34 (94,4%) tidak stunting, frekuensi makannya sangat sering 7 anak (28%) stunting dan 18 anak (72%) tidak stunting. Berdasarakan hasil uji statistik didapatka data ada hubungan frekuensi makan dengan kejadian stunting pada balita (p value 0,05).
Simpulan: Terdapat hubungan frekuensi makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi (p value 0,000).
Referensi
Arifin, Z. (2016). Gambaran Pola Makan Anak Usia 3-5 Tahun dengan Gizi Kurang di Pondok Bersalin Tri Sakti Balong Tani kecamatan Jabon–Sidoarjo. Midwiferia, 1(1), 16–29. https://doi.org/10.21070/mid.v1i1.345
Fadliana, N., Mulyani, I., & Marniati, M. (2022). Hubungan Antara Pola Makan Seimbang Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Arongan Kab Aceh Barat. Jurnal Pembelajaran Dan Sains (JPS), 1(3), 1–5. https://doi.org/10.32672/jps.v1i3.127
Fitriani, A., Friscila, I., Mauyah, N., Elvieta, E., & Fatiyani, F. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting di Puskesmas Syamtalira Aron. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 9(1), 47–56. https://doi.org/https://doi.org/10.36743/medikes.v9i1.342
Fitriani, A., Gurnida, D. A., & Rachmawati, A. (2020). Faktor-Faktor yang Berasosiasi pada Kejadian Stunting pada Bayi di Bawah Dua Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah Kabupaten Bireuen. Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(3), 483–492. https://doi.org/10.33366/jc.v8i3.1258
Jannah, H. R. (2021). Sistem Pemantauan Tata Laksana Stunting. Universitas Islam Indonesia.
Kamelia, F., Anam, K., Anabella, Y., Damayanti, A., & Sururi, M. (2023). Penanganan Stunting di Desa Banjaragung melalui Pemberian Makanan Sehat selama 30 Hari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(5), 703–712. https://doi.org/https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1720
Lailiyah, N., Ariestiningsih, E. S., & Supriatiningrum, D. N. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (2-5 Tahun). Ghidza Media Jurnal, 3(1), 226–233. https://doi.org/10.30587/ghidzamediajurnal.v3i1.3086
Nizan, N., Fitriani, A., Iswani, R., Ernita, E., & Elvieta, E. (2023). The Relationship Of Mother Factors With Stunting Events At Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe City. Jurnal Kebidanan Malahayati, 9(2), 322–328. https://doi.org/10.33024/jkm.v9i2.7499
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas Tahun 2018. In Kemenkes RI. Kemenkes RI.
Usman, F., & Paramashanti, B. A. (2020). Komitmen Pemerintah dalam Penanggulangan Stunting. Yogyakarta: Deepublish.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Aditya Zelina Fifie, Fitri Yuliana, M.Fajrianor TM, Sarkiah Sarkiah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


