KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN REHABILITASI NAPZA: LITERATURE REVIEW

Atik Atik, Subhannur Rahman, Sarkiah Sarkiah

Abstract


Latar Belakang:  Penyalahgunaan NAPZA sampai dengan sekarang masih menjadi  permasalahan kesehatan diseluruh dunia terutama bagi negara yang sedang  berkembang seperti Indonesia. Masalah penyalahgunaan NAPZA setiap tahun selalu terjadi peningkatan jumlah terutama pada usia 15-64 tahun. ( Adzrago, 2018). Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan NAPZA diantaranya  disebabkan oleh tingginya rasa keingintahuan, cemas, hilangnya tujuan hidup dan kebermakanaan hidup pada individu. Hilangnya kebermaknan hidup merupakan salah satu gambaran bahwa seseorang sedang mengalami krisis spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada individu penyalahguna NAPZA menjadi sangat penting untuk mendukung keberhasilan dalam proses peyembuhan pasien rehabilitasi NAPZA.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan spiritual pasien rehabilitasi NAPZA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Literatur Review.

Hasil: Dari 10 Jurnal yang ditemukan terdapat 4 jurnal yang menyatakan tentang kebutuhan akan terpeliharanya interaksi dengan lingkungan, ada 2 jurnal yang menyatakan kebutuhan akan makna dan tujuan hidup, 2 jurnal mengatakan pasien membutuhkan penerimaan diri, 1 jurnal yang mengatakan tentang kebutuhan untuk mengisi keimanan secara rutin dan 1 jurnal yang mengatakan tentang kebutuhan akan kebebasan diri dari rasa bersalah dan dosa.

Simpulan:  Kebutuhan spiritual terpeliharanya interaksi dengan orang lain dan lingkungan, makna dan tujuan hidup, penerimaan diri, mengisi keimanan secara rutin serta kebebasan diri dari rasa bersalah dan dosa merupakan kebutuhan spiritual yang belum terpenuhi pada pasien rehabilitasi NAPZA yang akan berdampak terhadap keberhasilan pasien selama menjalani rehabilitasi.

Kata kunci: Kebutuhan Spiritual, NAPZA, Rehabilitasi NAPZA

 

Background: Drug abuse is still a health problem throughout the world, especially for developing countries like Indonesia. The problem of drug abuse every year is always increasing in number, especially at the age of 15-64 years. (Adzrago, 2018). Factors that influence a person to use drugs include high curiosity, anxiety, loss of life purpose and life in the individual. The loss of meaningful life is a picture that a person is experiencing a spiritual crisis. Fulfilling the spiritual needs of individual drug abusers is very important to support the success of the healing process for drug rehabilitation patients.

Aim: This study aims to determine the spiritual needs of drug rehabilitation patients.

Methods: This study used a Literature Review approach.

Result: Of the 10 journals found, there were 4 journals that stated the need for maintaining interaction with the environment, there were 2 journals that stated the need for meaning and purpose in life, 2 journals said patients needed self-acceptance, 1 journal said about the need to fill faith regularly and 1 journal that talks about the need for freedom from guilt and sin.

Conclusion: The spiritual needs of maintaining interaction with other people and the environment, meaning and purpose of life, self-acceptance, filling faith regularly and freedom from guilt and sin are spiritual needs that have not been fulfilled in drug rehabilitation patients that will have an impact on the patient's success during rehabilitation.

Keywords: Drugs, Drug Rehabilitation, Spiritual Needs


Keywords


Drugs, Drug Rehabilitation, Spiritual Needs

Full Text:

PDF

References


Adzrago, D., Doku, D. T., Adu-Gyamfi, A. B. 2018. Rehabilitation processes involved in rehabilitating individuals with alcohol and drug addictions at rehabilitation centres in Ghana. Journal of Addiction Research & Therapy. Vol.9(4).1. Tersedia pada: https://www.omicsonline.org/open- ccess/rehabilitation-processes-involved-in-rehabilitating-individuals-with-lcohol-and- drug-addictions-at rehabilitation-centres-in-ghan-2155- 105-1000364-103863.html. [diakses pada 15 desember 2019].

Aryanata, N. T., Pangkahila, E., Damayana, I. W. 2017. Makna Hidup Pecandu Napza Pada Komunitas Pemulihan 12 Langkah [Skripsi]. Denpasar. Universitas Dhyana Pura.

Badan Narkotika Nasional. 2017. Pusat Penelitian Data Dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Jakarta: BNN

Badan Pusat Statistik. 2019. Survei Angkatan Kerja Nasional. Jakarta: BPS Indonesia.

Efrita. N., Eliza., Asmara, S. J. M. 2019. Perilaku komunikasi dalam proses rehabilitasi pecandu narkoba di Rumah Sakit HB Sa’anin Padang. Jurnal komunikasi dan penyiaran islam. Vol. 10 (1) 1-11. Tersedia pada : https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/almunir/index [diakses pada 25 Juni 2020].

Fadhlurrohman and Indriana. 2019. Kecerdasan spiritual pada pengguna dan pengedar narkoba di lapas Kedungpane Semarang. Jurnal Empati. Vol.8 (1) 6. Tersedia pada: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/23580 [Diakses pada 14 Desember 2019].

Herindrasti. 2018. Drug-free ASEAN 2025: Tantangan Indonesia dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Hubungan International. Vol.7(1)19-20. Tersedia pada: https://doi.org/10.18196/hi.71122 [Daikses pada 12 Desember 2019]

Hidayati, R. W.,Winarni, I.,Rachmawati, S. D. 2020. Harapan klien NAPZA selama menjalani proses pemulihan ketergantungan jangka panjang. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa. Vol. 3(1)27-32.Tersedia pada: https://journal.ppnijateng.org/index.php/jikj/article/view/420 [Diakses pada 10 Juni 2020].

Ikawati. 2016. Kontribusi ketahanan keluarga terhadap sikap remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Jurnal PKS. Vol. 15 No 2. 101–114. Tersedia pada : https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/jpks/article/download/1350/757 [Diakses pada 5 Juni 2020].

Jamshidi, F., Nazari, I., Malayeri, H. T., Rahimi, Z., Cheraghi, M. 2016. Pattern Of Drug Abuse In Addicts Self-Referred Drug Rehabilitation Centers In Khuzestan Province Iran. Jurnal PTMSiK . Vol. 66 (1): 1-12. Tersedia pada: https://doi.org/10.5114/amsik.2016.62330 [diakses pada 08 Juni 2020].

Setiadi Y dan Wibowo A. 2017. Keberfungsian sosial mantan WBS/klien panti rehabilitasi sosial napza setelah mendapatkan pekerjaan. Jurnal kesehatan sosial. Vol. 8 (2) 79-94. Tersedia pada: http://dx.doi.org/10.7454/jurnalkessos.v18i2.107 [diakses pada 20 Juni 2020]

Sujana, E., Fatimah, S., Hidayati, N. O. 2017. Kebutuhan spiritual keluarga dengan anak penderita penyakit kronis. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia. Vol. 3 (1) 47-56. Tersedia pada: https://ejournal.upi.edu/index.php/JPKI/article/view/7480 [diakses pada 13 Desember 2019].

Sumarno S. 2016. Penanganan korban penyalahgunaan napza melalui rehabilitasi sosial sibolangit centre. Jurnal PKS Vol 15 (3) 245 – 256. Tersedia pada: https://pdfs.semanticscholar.org/e393/839532a4cf974dd139db09d7ec12651302f4.pdf [Diakses pada 8 Juni 2020 ].

Syukri. 2019. Hubungan jenis, lama pemakaian dan harga diri dengan resiliensi pengguna napza fase rehabilitasi. Jambura Health and Sport Journal. Vol.1(2) 41-42. Tersesdia pada: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jhsj/article/view/2568 [Diakses pada 14 Desember 2019]

Tajiri H. 2018. Pendekatan Konseling Spiritual dalam Penyembuhan Pasien Narkoba di Inabah VII Tasikmalaya. Jurnal Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah. Vol. 18 (1) 21-40. Tersedia pada: https://doi.org/10.15575/anida.v18i1.5043 [diakses pada: 11 Desember 2019].

Trianovrendi Mufti. 2019. Implementasi program rehabilitasi sosial anak korban penyalahgunaan napza di BRSAMPK “Antasena” Magelang. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. Vol.8 (5) 522-532. Tersedia pada: http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pls/article/view/15962 [Diakses pada 08 Juni 2020].

United Nations Office On Drugs And Crime (UNODC).2019.Word Drug Report: Australia: UNODC.

Wiseno, B., Winarni, I., Fevriasanty, F. M. 2017. Studi fenomenologi: makna pengalaman mantan narapidana pengguna narkotika kembali ke masyarakat di kabupaten Kediri. NurseLine Journal Vol. 2 No. 2. 73-86. Tersedia pada: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/2010 [Diakses pada 5 Juni 20120].

Yulia, A. 2017. Hubungan dukungan keluarga terhadap kejadian relapse pada klien ketergantungan napza. Journal of Social and Economics Research. Vol.2 (1). 85-96. Tersedia pada: http://ojs.ekasakti.org/index.php/UJSCR/article/view/89/90 [Diakses pada tgl 8 maret 2020].

Yunitasari Irda. 2018. Hubungan dukungan keluarga dan selfefficacy dengan upaya pencegahan relapse pada penyalahguna napza pasca rehabilitasi di badan narkotika nasional provinsi Kalimantan Timur. Psikoborneo. Vol. 6 (2) 420-434. Tersedia pada: http://ejournal.psikologi.fisipunmul.ac.id/site/wpcontent/uploads/2018/10/Jurnal%20irda%20yunitasari%20(10-11-18-03 04 08). pdf [diakses pada 11 Juni 2020].


Refbacks

  • There are currently no refbacks.