HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PADA ANAK EPILEPSI: LITERATURE REVIEW

Hardiyanti Hardiyanti, Paul Joae Brett Nito, Nita Hestiiyana

Abstract


Latar Belakang: Epilepsi merupakan penyakit otak yang menyerang sel-sel saraf yang terlalu aktif mengirimkan, muatan listrik yang cepat dan kuat yang mengganggu fungsi normal otak. Tingkat kejadian epilepsi pada usia 15 tahun adalah 80.8% risiko epilepsi 5 kali lebih tinggi, tingginya angka kejadian epilepsi pada anak memerlukan pendampingan dari keluarga dan orang tua.adaptasi dan tingkat pengetahuan keluarga yang buruk juga dapat membentuk perilaku anak yang buruk dan dapat mempengaruhi peningkatan frekuensi kejang pada anak. Frekuensi kejang yang tinggi dapat mengakibatkan gangguan pada sistem otak. Frekuensi kejang merupakan salah satu indikasi pengobatan berhasil.

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil literature review  hubungan pengetahuan orang tua dengan tingkat kekambuhan pada anak epilepsi.

Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan melakukan pengumpulan data baik data pustaka maupun dokumentasi.

Hasil: Hasil literature review ini di temukan adanya hubungan pengetahuan orang tua terhadap pengetahuan penyakit, pemahaman, pengobatan dan managemen kejang epilepsi memiliki dampak terhadap kejadian kejang epilepsi.

Simpulan: Kesimpulan literature review ini didapatkan korelasi pengetahuan orang tua yang baik terhadap penurunan kekambuhan pada anak epilepsi\

Kata kunci: Epilepsi, Frekuensi Kejang, Pengetahuan Orang Tua

 

Background: Epilepsy is a brain disease that attacks nerve cells that are too actively sending, fast and strong electrical charges that disrupt the normal functioning of the brain. The incidence rate of epilepsy at the age of 15 years is 80.8% the risk of epilepsy 5 times higher, the high incidence of epilepsy in children requires assistance from family and parents. Adaptation and a poor level of family knowledge can also form bad child behavior and can influence an increase in frequency spasms in children. High frequency of seizures can cause interference with the brain system. The frequency of seizures is one indication of successful treatment.

Objective: The purpose of this studyed to identify the results of the literature review of the relationship of parental knowledge with the level of recurrence in epileptic children.

Method: The research method used the literature review approach by collected data both library data and documentation.

Results: The results of this literature review found a relationship between parental knowledge and disease knowledge, understanding, treatment and management of epileptic seizures that have an impact on epilepsy seizure events.

Conclusion: The conclusion of this review literature found a correlation of good parental knowledge on the decline in recurrence epilepsy in children

Keywords: Epilepsy, Parental Knowledge, Seizure Frequency


Keywords


Epilepsi, Frekuensi Kejang, Pengetahuan Orang Tua

Full Text:

PDF

References


Epilepsy Assosiasion. 2019. Be Smart About Epilepsy. Hawai. Epilepsy Assosiasion. Tersedia pada: http://www.epilepsyinfo.org/besmart/download/BeSmart.pdf. [Diakses pada 18 Desember 2019]

Hagemann A. (2016). The efficacy of an educational program for parents of children with epilepsy (FAMOSES): Results of a controlled multicenter evaluation study. 10 (1016): 143-151. Tersedia pada: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27744243/. [Diakses 2 Mei 2020]

Ika T, Hidayati E. (2019). Family Support On Severe Frequency In EpilepsyPatients In RSUP. Dr. Kariadi Semarang. Media Keperawatan Indonesia. 2(1): 21-28. Tersedia pada: http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1683421. [Diakses pada 11 mei 2020]

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kuncoro T P. (2017). Pengaruh pemberian edukasi dan leaflet terhadap penurunan frekuensi bangkitan epilepsi anak. Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman. Tersedia pada: https://journal.ugm.ac.id/bns/article/view/55024. [Diakses pada 5 mei 2020]

Lavina A, Widodo D P, Nurdadi S, Tridjaja B. 2015. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Gangguan Perilaku Pada Anak Epilepsi. Sari Pediatri. 16(6): 409- 415. Tersedia pada: https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/160/138. [Diakses 18 Januari 2020]

Marsi. (2017). Parental knowledge and attitudes towards epilepsy –A study from Jordan. sevier Ltd. All rights reserved. 10 (1016): 75-80. Tersedia pada: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov /29149668/. [Diakses 2 mei 2020]

Maryam, I. S. (2018). Karakteristik Klinis Pasien Epilepsi Di Poliklinik Saraf Rsup Sanglah Periode Januari – Desember 2016. Jurnal Berkala Neurologi Bali. 1(3): 89- 93. Tersedia pada: http://garuda.ristekbrin.go.id/doc uments/detail/884477. [Diakses 2 mei 2020]

Mutia R M, Thursina C, Sutarni S. 2019. Hubungan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Frekuensi Bangkitan Pasien Epilepsi Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Tersedia pada: etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/unduh/313536.: [Diakses 19 Januari 2020]

Prasetyo D, Winifred K, Maja J. 2014. Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Epilepsi di Kelurahan Mahena Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe. E-CliniC. 2(1). Tersedia pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/view/3856/3372. [Diakses 19 Desember 2019]

Wiwaha W S, Tyaswati J E, Dewi R. 2017 . Hubungan antara Tingkat Stres dan Frekuensi Bangkitan Pasien Epilepsi di Poli Saraf RSD dr. Soebandi Jember. Jurnal Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2017 . Tersedia pada: https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/83599. [Diakses 19 Desember 2020]


Refbacks

  • There are currently no refbacks.