PENDIDIKAN SEKSUAL (SEX EDUCATION) PADA REMAJA TENTANG PUBERTAS, PEKEMBANGAN SEKSUAL DAN SEXUAL HARASSMENT: LITERATURE REVIEW

Syiva Hermawinda, Dini Rahmayani, Novita Dewi Iswandari

Abstract


Latar Belakang: Pendidikan seks adalah pengetahuan yang diajarkan mengenai hal yang berhubungan dengan jenis  kelamin, mencakupi pertumbuhan jenis kelamin (laki-laki atau wanita),  fungsi kelamin sebagai alat reproduksi, perkembangan pada wanita dan laki-laki, menstruasi, mimpi basah dan sebagainya, sampai pada timbulnya birahi karena perubahan pada hormon.

Tujuan: penelitian ini untuk menggambarkan hasil literatur review tentang pendidikan seks (sex education) tentang pubertas, perkembangan seksual dan sexual harassment pada remaja.

Metode: penelitian ini menggunakan metode literatur review, mengidentifikasi literatur melalui pencarian di database Google Scholar, PubMed dan didapatkan sebanyak 10 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi.

Hasil: literature review ini menunjukkan bahwa pemberian pendidikan seks harus diberikan sedini mungkin kepada remaja sebagai bekal dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam diri dan lingkungan. Pelecehan seksual lebih banyak dilakukan oleh remaja laki-laki. Pemberian pendidikan seksual pada remaja dipengaruhi oleh orang tua, guru dan lingkungan sekitar. Pemilihan dalam materi mengenai pendidikan seksual sangat penting untuk mencegah terjadinya kebingungan dalam perubahan dan perkembangan dari masa anak anak menuju dewasa.

Simpulan: pemberian pendidikan seksual pada terkait pubertas, perkembangan seksual dan sexual harassment  pada remaja sejak dini merupakan hal penting yang harus dilakukan sebagai bekal dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam diri dan lingkungan dari remaja serta diperlukannya pengawasan remaja dalam mendapatkan topik terkait seksualitas, yang dapat mempengaruhi sikap dan kehidupan remaja

 

Introduction: Sex education is knowledge that is taught about matters relating to gender, including growth of the sexes (male or female), sex functions as a means of reproduction, development in women and men, menstruation, wet dreams and so on, until the onset lust due to changes in hormones.

Objective: The purpose of this study is to describe the results of the literature review about sex education (sex education) about puberty, sexual development and sexual harassment in adolescents.

Methods: The research method used literature review. Literature identified through a search in the Google Scholar, PubMed database and obtained as many as 10 journals that match the inclusion criteria.

Results: This review literature indicate that the provision of sex education should be given as early as possible to adolescents as a provision in dealing with changes that occur in themselves and the environment. Sexual harassment was mostly committed by teenage boys. The provision of sexual education to adolescents was influenced by parents, teachers and the surrounding environment. The choice in material regarding sexual education was very important to prevent confusion in changes and developments from childhood to adulthood.

Conclusion: Providing sexual education about puberty, sexual development and sexual harassment to adolescents from an early age is an important thing that must be done as a provision in dealing with changes that occur in themselves and the environment of adolescents and the need for adolescent supervision on topics related to sexuality, which can affect attitudes and adolescence


Keywords


Pendidikan Seks, Perkembangan Seksual, Pubertas, Remaja, Sexual Harassment.

Full Text:

PDF

References


Abduh M dan Wulandari MD. 2016. Model pendidikan seks pada anak sekolah dasar berbasis teori perkembangan anak. The Progressive and Fun Education Seminar. 403-411. Tersedia pada: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/7832/48.pdf?sequence=1&isAllowed=y [Diunduh 9 Desember 2019].

Ahmad DN. 2017. Pengaruh pendidikan seksual dalam keluarga terhadap perilaku penyimpangan dan pelecehan seksual pada remaja. Jurnal Pelangi. 9(2): 61-70. Tersedia pada: http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/pelangi/article/view/1763 [Diunduh 6 Juni 2020].

Andari DI, Woro O, Yuiastuti A. 2019. The effect of knowledge, attitude, and parents behavior towards sex education parents with sexual violence incident. Public Health Perspectives Journal. 4 (2): 141 – 148. Tersedia pada: https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/phpj/article/view/17397/9349 [Diunduh 9 Juni 2020].

Andriani A and Badarudin. 2016. Sexual issue and prevention through sex education in primary school. Atlantis Press. (5): 44-49. Tersedia pada: https://www.atlantis-press.com/proceedings/icece-16/25869300 [Diunduh 21 September 2019].

Arsani NLKA, Agustini NNM, Purnomo IKI. 2013. Peranan program pkpr (pelayanan kesehatan peduli Remaja) terhadap kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 2(1): 129-137. Tersedia pada: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/view/1289 [Diunduh 21 September 2019].

Awaru ACT, Agustag A, Idris R. 2018. Sexual education at high school sinjai east. Advances in Social Science, Education and Humanities Research. 226: 944-947. Terdapat pada: https://www.atlantis-press.com/proceedings/icss-18/25903943 [Diunduh 15 Juli 2020].

Fitria M. 2017. Integrative Sex Education For Children. Jurnal Psikologi Integratif. (5) 1: 76-93 Tersedia pada: http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/PI/article/view/1407 [Diunduh 19 Desember 2019].

Gea EV, Ruiz RO, Sánchez V. 2015. Peer sexual harassment in adolescence: Dimensions of the sexual harassment survey in boys and girls. International Journal of Clinical and Health Psycholog. 08 (002): 1-11. Terdapat pada: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1697260015000800 [Diunduh 22 Juli 2020].

Kartikasari A and Setiawati N. 2020. Bagaimana Komunikasi Orangtua Terkait Pendidikan Seks pada Anak Remaja Mereka?. Jurnal of Bionursing. 2 (1). Tersedia pada: http://bionursing.fikes.unsoed.ac.id/bion/index.php/bionursing/article/view/33: 21–27 [Diunduh 17 Mei 2020].

Kumalasari I and Andrianto I. 2012. Kesehatan reproduksi untuk mahasiswa kebidanan dan keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Kusumawati PD, Ragilia S, Trisnawati NW, Larasati NC, Laorani A, Soares SR. 2018. Edukasi masa pubertas pada remaja. Journal of Community Engagement in Health (1) 1: 1-3. Tersedia pada: https://www.neliti.com/id/publications/267961/edukasi-masa-pubertas-pada-remaja [Diunduh 1 Januari 2020].

Lukmana CI and Yuniarti FA. 2017. Gambaran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMP di Yogyakarta. Indonesian Journal Of Nursing Practices. 1 (3): 115-123. Terdapat pada: https://journal.umy.ac.id/index.php/ijnp/article/view/3477 [Diunduh 16 Juli 2020].

Marlina H, Jalinus N, Rahmat R. 2018. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja (Literatur Review). Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi. 18(1): 83-90. Terdapat pada: http://invotek.ppj.unp.ac.id/index.php/invotek/article/view/256 [Diunduh 1 Mei 2020].

Putri YD, Raihana PA, Purwandari E. 2017. Pemahaman anak terhadap peran jenis kelamin. Di dalam : Haq AHB, Raihana AP, Kirana A, Sulandari S, editor. Prosiding SEMNAS Penguatan Individu di Era Revolusi Informasi: 2017 April 29; Surakarta, Indonesia. Surakarta: Muhammadiyah Unversity Press. Hlm. 353-362 Terdapat pada: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/9292 [Diunduh 6 Juni 2020].

Pusat Data Dan Informasi Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Situasi kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Rofle SM and Schroeder. 2017. “Sticks and stones may break my bones, but words will never hurt me”: verbal sexual harassment among middle school students. Journal of Interpersonal Violence. 1–25. Terdapat pada: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29294761/ [Diunduh 23 Juli 2020].

Sulistyany YE and Tianingrum NA. 2019. Hubungan pendidikan seksual dengan pelecehan seksual pada siswa sekolah di wilayah puskesmas harapan baru tahun 2019. Borneo Student Research. 307-313. Terdapat pada: https://journals.umkt.ac.id/index.php/bsr/article/download/596/204/ [Diunduh 1 Mei 2020].

Suwarni L and Selviana. 2015. Inisiasi seks pranikah remaja dan faktor yang mempengaruhi. Jurnal Kesehatan Masyarakat 10(2) : 169-177. Terdapat pada: https://www.researchgate.net/publication/276090397_INISIASI_SEKS_PRANIKAH_REMAJA_DAN_FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI [Diunduh 12 Desember 2019].

Tseng YH, Weng CS, Kuo SH, Chou FH, Yang YH, Chiang LC. 2015. Gender Differences? Internet Use and Parent Child Communication About Sex Toward Sexual Attitudes Among Early Adolescents in Taiwan. The Journal of Nursing Research . 23 (2):125-134. Terdapat pada: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25967643/ [Diunduh 20 Juli 2020].


Refbacks

  • There are currently no refbacks.