GAMBARAN KESIAPAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) DAN INTERPROFESSIONAL COLLABORATION (IPC) DI UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN

Fahmi Riduan, Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi, Agustinus Hermino

Abstract


Latar Belakang: IPC merupakan kerjasama antara profesi menjadi satu tim agar kualitas pelayanan efektif. IPC dapat ditingkatkan melalui IPE di institusi. Proses belajar diawali dengan persiapan. Mahasiswa yang tidak memiliki kesiapan belajar cenderung  memiliki prestasi belajar rendah.

Tujuan: Mengetahui gambaran kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan IPE dan IPC.

Metode: Penelitian di Universitas Sari Mulia Banjarmasin bulan Juli 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif.  Populasi adalah mahasiswa tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 377 orang. Sampel sebagian populasi berjumlah 79 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner Readinnes for Interprofessional Learning Scale (RIPLS) versi Indonesia. Analisa data menggunakan univariat.

Hasil: Kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan IPE dan IPC  di Universitas Sari Mulia Banjarmasin sebagian baik sebanyak 74 orang (93,7%).

Simpulan: Mahasiswa sebagian besar memiliki kesiapan yang baik dalam mengikuti pembelajaran dengan pendekatan IPE dan IPC. Hendaknya Instansi Pendidikan dapat melakukan pendekatan yang lebih kepada mahasiswa yang belum siap untuk mengikuti proses pembelajaran IPE dan IPC.

 

Background: IPC is a collaboration between professions into one team so that service quality is effective. IPC can be increased through IPE in institutions. The learning process begins with preparation. Students who do not have readiness to learn tend to have low learning achievement.

Objective: Knowing a description of the readiness of students in participating in learning with the IPE and IPC approaches.

Methods: Research at Sari Mulia University, Banjarmasin in July 2020. This type of research is quantitative with a descriptive design. The population is 377 students for the 2019/2020 school year. The sample of part of the population was 79 people with purposive sampling technique. The instrument is the Indonesian version of the Readinnes for Interprofessional Learning Scale (RIPLS) questionnaire. Data analysis using univariate.

Results: The readiness of students in participating in learning with the IPE and IPC approaches at Sari Mulia University, Banjarmasin was partly good as many as 74 people (93.7%).

Conclusion: Most of the students have good readiness in participating in learning with the IPE and IPC approaches. Educational institutions should be able to take a more approach to students who are not ready to take part in the IPE and IPC learning process.


Keywords


Interprofessional Collaboration (IPC), Interprofessional Education (IPE), Kesiapan.

Full Text:

PDF

References


Akhmad, V. S. 2017. Hubungan efikasi diri dengan kesiapan interprofessional education (IPE) pada mahasiswa FKIK UIN Alaudin Makassar [Internet]. Tersedia pada: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4160/1/vovi%20sulastri.pdf [Diakses 25 Januari 2020].

American College of Clinical Pharmacy (ACCP). 2009. Interprofessional education: principle and application, a framework for clinical pharmacy. Pharmacotherapy, Vol. 29 (3): Hal. 145-164. Tersedia pada: https://www.accp.com/docs/positions/whitePapers/InterProfEduc.pdf [Diakses 25 Januari 2020].

Damayanti, R. A. 2020. Kesiapan mahasiswa kesehatan terhadap penerapan pendidikan interprofessional di Indonesia. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan. Vol. 9 (1). Hal. 16-28. Tersedia pada: http://jurnalinterest.com/index.php/int/article/download/184/147/ [Diakses 28 Juli 2020].

Fattah, H. 2017. Studi implementasi interprofessional education (IPE) di Universitas Gadjah Mada (UGM) [Internet]. Tersedia pada: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/9377/1/Skripsi%20HAKQUL%20FATTAH.pdf [Diakses 25 Januari 2020].

Febriana, B. 2019. Kesiapan dan persepsi mahasiswa keperawatan pada program IPE: Studi pada SGD dengan LBM Jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa.Vol. 7 (1). Hal. 101-106. Tersedia pada: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/view/4757/pdf [Diakses 25 Januari 2020].

Hermino, A. 2013. Assesmen Kebutuhan Organisasi Persekolahan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rohmatin,E. N. 2016. Studi hubungan kesiapan belajar dengan pretasi belajar matematika pada anak tunaghrahita ringan. Jurnal Pendidikan Khusus. Vol. 8. No. 1. Hal. 1-11. [Internet]. Tersedia pada: https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jupeko/article/view/349/0 [Diakses 16 April 2020].

Wahyuni, T.N. 2019. Gambaran persepsi mahasiswa fakultas ilmu kesehatan terhadap pelaksanaan interprofessional education (IPE) di Komunitas. [Internet]. Tersedia pada: http://eprints.ums.ac.id/74354/3/BAB%201.pdf [Diakses 25 Januari 2020].

Widyandana, D. 2018. Evaluating interprofesional education principle in a longitudinal community-based program for 3 schools of health professions: medicine nursing and nutrition. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. Vol. 7 (1). Hal. 49-53. DOI. 10.22146/jpki.3553. https://jurnal.ugm.ac.id/jpki/article/view/35553/20979 [Diakses 25 Januari 2020].


Refbacks

  • There are currently no refbacks.