Dukung Ibu Menyusui dengan Pemberian Aromaterapi dan Pijat Oksitoksin
Kata Kunci:
Ibu Menyusui, Aromaterapi, Pijat OksitosinAbstrak
Kesehatan ibu menyusui merupakan aspek krusial dalam perawatan kesehatan masyarakat yang sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai. Masa menyusui bukan hanya periode penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi tetapi juga periode yang penuh tantangan dan stres bagi ibu. Dalam konteks ini, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu menyusui sangat penting, baik untuk kesehatan ibu itu sendiri maupun untuk kualitas menyusui yang dapat memengaruhi kesehatan bayi. Salah satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan ibu menyusui adalah melalui pemberian aromaterapi dan pijat oksitosin. Masalah yang dihadapi oleh ibu menyusui dapat bervariasi dan sering kali melibatkan aspek fisik, emosional, dan sosial. Wilayah pengambangan yang padat penduduk, sering terjadi kemacetan di jalan, terutama pada jam-jam sibuk. Hal ini menyebabkan potensi stres meningkat, terutama pada ibu menyusui. Masalah stres emosi akan mempengaruhi psikologis ibu dalam menysui bayinya. Oleh karena itu diperlukan metode untuk mengurangi masalah emosional pada ibu menyusui. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian aromaterapi dan pijat oksitosin. Target luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas emosional ibu menyusui sebagai akibat dari pemberian aromaterapi dan pijat oksitosin. Berdasarkan data di tahun 2020, ada 20 orang ibu menyusui yang melakukan kunjungan pemeriksaan ke PMB, bersama bayinya. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini adalah berupa penyuluhan kepada kader dan ibu menyusui di PMB Winda Maolinda, Kelurahan Pengambangan. Penyuluhan yang diberikan, selain pengertian, juga langsung mempraktikkan informasi yang didapat kepada ibu menyusui. Penyuluhan dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu di bulan Oktober dan November. Hasil yang didapat, berdasarkan hasil kuesioner yang diedarkan, terjadi peningkatan rasa nyaman pada ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Referensi
Z. D. Ulfa And Y. Setyaningsih, “Tingkat Stres Ibu Menyusui Dan Pemberian Asi Pada Bulan Pertama,” J. Litbang Media Inf. Penelitian, Pengemb. Dan Iptek, Vol. 16, No. 1, 2020, Doi: 10.33658/Jl.V16i1.145.
M. Mardiatun, D. Purnamawati, And A. D. Sentana, “Aplikasi Model Orem Dalam Meningkatkan Keterampilan Ibu Dalam Tehnik Menyusui Bayi Di Pkm Karang Taliwang,” J. Keperawatan Terpadu (Integrated Nurs. Journal), Vol. 1, No. 1, 2019, Doi: 10.32807/Jkt.V1i1.27.
N. Kamariyah, “Kondisi Psikologi Mempengaruhi Produksi Asi Ibu Menyusui Di Bps Aski Pakis Sido Kumpul Surabaya,” J. Heal. Sci., Vol. 7, No. 1, 2018, Doi: 10.33086/Jhs.V7i1.483.
W. A. Sari, “Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Manfaat Asi Dengan Pemberian Asi Eksklusif Kabupaten Jombang,” Jpk J. Penelit. Kesehat., Vol. 10, No. 1, 2020.
R. Sulaeman, P. Lina, M. Mas’adah, And D. Purnamawati, “Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Asi Pada Ibu Postpartum Primipara,” J. Kesehat. Prima, Vol. 13, No. 1, 2019, Doi: 10.32807/Jkp.V13i1.193.
