Pemberdayan Masyarakat Untuk Mengatasi Stunting Di Desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar
Community Empowerment to Address Stunting in Pemurus Village, Aluh-Aluh Subdistrict, Banjar Regency
DOI:
https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1492Kata Kunci:
nugget, reproduksi, TOGAAbstrak
Kejadian stunting di desa Pemurus Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar melebihi angka nasional. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pengatasan stunting dengan cara edukasi reproduksi sehat bagi remaja sekolah MTs Hayatul Islam Desa Pemurus, Edukasi stunting dan pengolahan nugget udang bagi ibu-ibu kader Kesehatan desa Pemurus serta penanaman dan pemberian bibit tanaman beberapa jenis tanaman TOGA bagi masyarakat dalam rangka pencegahan stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami reproduksi sehat, dapat mengolah nugget udang yang merupakan produk tinggi gizi yang disukai semua kalangan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, serta menanam TOGA sebagai upaya pencegahan kejadian stunting. Evaluasi kegiatan dilakukan pre-test dan post test di setiap kegiatan. Tingkat pengetahuan siswa siswi MTs Hayatul Islam terhadap reproduksi sehat sebesar 28% , sedangkan hasil evaluasi kegiatan edukasi stunting, makanan nugget udang dan TOGA didapatkan kenaikan pengetahuan sebesar 37,5%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penyampaian materi edukasi melalui penyuluhan dan praktek pengolahan nugget udang maka masyarakat menjadi mengerti dan terjadi perubahan sikap serta perilaku berdasarkan pengetahuan yang meningkat melalui penyuluhan secara sadar dan mandiri.
Referensi
Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30.
Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 2018, Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024, 10.
Stefanus Mendes Kiik, M. S. N. (2019). Stunting dengan Pendekatan Framework WHO. In CV. Gerbang Media Aksara.
Ariati, L. I. P. (2019). Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 Bulan. Jurnal Oksitosn Kebidanan, VI (1), 28–37.
Ambarwati, I., Dewi, R. S., Tinggi, S., Kesehatan, I., Ibu, H., Kunci, K., Ekonomi, S., & Sanitasi, A. (2020). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 6(2), 721–731.
Daiyah, I., & Yuniarti, Y. (2023). Penguatan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Keluarga) Dalam Mengatasi Masalah Stunting Pada Balita. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 1080-1088.
Waroh, Y. K. (2019). Pemberian makanan tambahan sebagai upaya penanganan stunting pada balita di Indonesia. Embrio: Jurnal Kebidanan, 11(1), 47-54
Atin Supiyani dan Dalia Sukmawati.(2023). Peningkatan Kesadaran Dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Di SMP Islam AT-TAWWABIIN Cilangkap Tapos Depok. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 19 (1), 13-21.
Resiyanthi, N. K. A., Laksmi, I. G. A. P. S., Parwati, A., Sari, N. A. M. E., & Saraswati, L. G. I. (2023). Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Kader Posyandu. Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(7), 1483-1488.
Komalasari, Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51–56.
