Peningkatan Kesadaran Terhadap Resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Dalam Melakukan Aktivitas Fisik Di Kelurahan Sei Bilu Kota Banjarmasin

Raising Awareness ofthe Risks of Musculoskeletal Disorders (MSDs) inPerforming Physical Activity in Sei Bilu Village, Banjarmasin City

Penulis

  • Rifaatul Universitas Sari Mulia Author
  • Muhammad Riduansyah Universitas Sari Mulia Author
  • Umi Hanik Fetriyah Universitas Sari Mulia Author
  • Rian Tasalim Universitas Sari Mulia Author
  • Yosra Sigit Pramono Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Author
  • Agustria Vista Dewi Universitas Sari Mulia Author
  • Aisyah Pratiwi Universitas Sari Mulia Author
  • Aisyah Munawarah Univeritas Sari Mulia Author
  • Al Mustafa Kamal Universitas Sari Mulia Author
  • Desy Berthauly Sihombing Universitas Sari Mulia Author
  • Muhammad Ramadhani Universitas Sari Mulia Author

DOI:

https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1514

Kata Kunci:

Aktifitas Fisik, Edukasi, Musculoskeletal Disorders(MSDs)), Pengetahuan

Abstrak

Gangguan fisik seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat dialami dari usia balita hingga dewasa. MSDs berdampak pada keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik, seperti kurangnya waktu dan fasilitas olahraga, juga menjadi kendala. Pasien dengan MSDs biasanya dibaa keluarga terlambat oleh karena sikap acuh terhadap kesehatan, di mana individu mengabaikan tanda tanda awal MSDs dan tidak mencari bantuan medis, mengakibatkan penanganan yang lebih sulit. Minimnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar membuat individu merasa kesulitan dalam mengubah. Masyarakat di Banjarmasin juga menghadapi beberapa permasalahan kesehatan tersebut. Akses terhadap informasi kesehatan yang terbatas membuat masyarakat sulit mendapatkan edukasi yang memadai mengenai pencegahan MSDs. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang MSDs dan gejalanya, yang menyebabkan ketidaktahuan terhadap risiko dari aktivitas fisik yang tidak dilakukan dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.dengan benar. Pengabdian yang dilakukan melakukan komunikasi, informasi dan edukasi pada masyarakat dengan meningkatkan kesadaran terhadap resiko MSDs dalam aktifitas fisik. Hasilnya sebanyak 15 orang mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata post test 39; dengan pengetahuan kategori baik sebanyak 10 orang dan  pengetahuan kategori cukup sebanyak 5 orang

Referensi

[1.] Cheisario, H. A., & Wahyuningsih, A. S. (2022). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Keluhan Muskuloskeletal Disorder pada Pekerja di PT. X. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 2(3), 329-338.

[2.] Kemenkes, R.I. (2019). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI

[3.] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, (2019) Laporan Provinsi Kalimantan Selatan Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta. ISBN 978-602373-131-2

[4.] Puspitasari, N., & Ariyanto, A. (2021). Hubungan aktivitas fisik dengan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada lansia. Journal of Physical Activity (JPA), 2(1), 1-7

[5.] Anggarani, A. P. M., Djoar, R. K., Zefanya, E. D., & Wijaya, S. D. (2022). Muskuloskeletal Disorder (MSD’s) pada Pekerja Kantoran di Surabaya. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 7(2), 323-328.

Diterbitkan

2025-04-25

Cara Mengutip

Peningkatan Kesadaran Terhadap Resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Dalam Melakukan Aktivitas Fisik Di Kelurahan Sei Bilu Kota Banjarmasin: Raising Awareness ofthe Risks of Musculoskeletal Disorders (MSDs) inPerforming Physical Activity in Sei Bilu Village, Banjarmasin City. (2025). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Tangguh, 4(1), 43-49. https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1514