Merawat Kesehatan Jiwa Remaja Melewati Kegiatan MENDIRI untuk Meningkatkan Resiliensi Mental Menghadapi Stressor
Promoting Adolescent Mental Health Through The "MENDIRI" Program To Enhance Mental Resilience In Coping With Stressors
DOI:
https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1519Kata Kunci:
Personality Plus Test, Remaja, Resiliensi Mental, SterssorAbstrak
Fase remaja memiliki kerentanan yang sangat tinggi terhadap stres. Di Indonesia, terdapat banyak kasus yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental remaja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu situasi tersebut adalah dengan meningkatkan resiliensi remaja terhadap stressor, salah satunya dengan mengenal secara mendalam terkait tipe kepribadian yang dimiliki. Oleh sebab itu, kegiatan MENDIRI bertujuan untuk membantu remaja mengenal tipe kepribadian diri, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan resiliensi dalam menghadapi stressor, khususnya di masa sekolah. Kegiatan MENDIRI dilakukan dengan metode edukasi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu waktu (1 hari kegiatan) dan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap 1 dilakukan selama 25 menit, dimana pada tahap ini, dilakukan proses tes tipe kepribadian siswa melewati instrumen Personality Plus Test. Tahap ke 2 dilakukan selama 15 menit. Pada tahap ini, hasil test kepribadian siswa diperiksa untuk dikelompokan berdasarkan tipe-tipe kepribadian. Tahap ke 3 dilakukan selama 45 menit, dimana pada tahap ini, para siswa diberikan edukasi terkait kekuatan dan kelemahan setiap tipe kepribadian. Pada tahap ini pula, siswa diajak untuk melakukan refleksi diri untuk menilai relevansi kekuatan dan kelemahan tiap kepribadian tersebut dengan diri mereka. Kegiatan MENDIRI ini, melibatkan 68 siswa/i kelas XII di SMKN 2 Jorong Pelaihari. Peserta kegiatan menunjukan antusiasme selama kegiatan berlangsung terutama saat melakukan refleksi diri terkait relevansi tipe kepribadian dengan diri mereka. Berdasarkan test tipe kepribadian yang dilakukan, 66% siswa/i memiliki tipe kepribadian melankolis, 22 % plegmatis, 7% koleris, dan 4% Sangunis. Kegiatan MENDIRI mampu membantu remaja, khususnya di kelompok sekolah untuk mengenal lebih mendalam kepribadian mereka. Kegiatan ini, mampu membantu siswa/i mengindetifikasi kekuatan dan kelemahan diri mereka, dan memahami tendensi yang memicu stres berdasarkan tipe kepribadian yang mereka miliki, sehingga mereka dapat mengelola dan merespon stres dengan lebih adaptif.
Referensi
E. Wahdi et al., "Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS)," 2022. [Online]. Available: https://qcmhr.org/~teoqngfi/docman/reports/12-i-namhs-report-bahasa-indonesia. [Accessed: Agust. 4, 2024].
F. Kaligis et al., "Mental health problems and needs among transitional-age youth in Indonesia," Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 18, no. 8, p. 4046, 2021, doi: 10.3390/ijerph18084046.
J. Li et al., "The mediating role of resilience and self-esteem between life events and coping styles among rural left-behind adolescents in China: A cross-sectional study," Front. Psychiatry, vol. 11, 2020, doi: 10.3389/fpsyt.2020.560556.
W. Shi et al., "Resilience and mental health: A longitudinal cohort study of Chinese adolescents before and during COVID-19," Front. Psychiatry, vol. 13, 2022, doi: 10.3389/fpsyt.2022.948036.
M. H. S. Lesmana and M.-H. Chung, "Mediating roles of perceived stigma and mental health literacy in the relationship between school climate and help-seeking behavior in Indonesian adolescents," PLoS ONE, vol. 19, 2024, doi: 10.1371/journal.pone.0298017.
M. Llistosella et al., "Fostering resilience in adolescents at risk: Study protocol for a cluster randomized controlled trial within the resilience school-based intervention," Front. Psychol., vol. 13, 2023, doi: 10.3389/fpsyg.2022.1066874.
V. Burtăverde, C. Ene, E. Chiriac, and E. Avram, "Decoding the link between personality traits and resilience: Self-determination is the key," Curr. Issues Pers. Psychol., vol. 9, pp. 195–204, 2021, doi: 10.5114/cipp.2021.107337.
J. de la Fuente et al., "Resilience as a buffering variable between the big five components and factors and symptoms of academic stress at university," Front. Psychiatry, vol. 12, 2021, doi: 10.3389/fpsyt.2021.600240.
T. Tran et al., "School-based, two-arm, parallel, controlled trial of a culturally adapted resilience intervention to improve adolescent mental health in Vietnam: Study protocol," BMJ Open, vol. 10, 2020, doi: 10.1136/bmjopen-2020-039343.
C. Kibe, M. Suzuki, M. Hirano, and I. Boniwell, "Sensory processing sensitivity and culturally modified resilience education: Differential susceptibility in Japanese adolescents," PLoS ONE, vol. 15, 2020, doi: 10.1371/journal.pone.0239002.
K. Ostaszewski, “The importance of resilience in adolescent mental health promotion and risk behaviour prevention,” Int. J. Public Health, vol. 65, pp. 1221–1222, 2020, doi: 10.1007/s00038-020-01508-x.
