Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Makan Kurma Dan Zat Besi (PENAHAN KURSI) Di Puskesmas Murung Pudak
Prevention Of Anemia In Pregnant Women By Eating Dates And Iron (PENAHAN KURSI) At Murung Pudak Community Health Center
DOI:
https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1540Kata Kunci:
Anemia, pencegahan, kurmaAbstrak
Latar Belakang: Persentase kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak tahun 2015 hingga 2019, dari 42,1% menjadi 44,2%. Penyerapan zat besi dalam darah dapat dimaksimalkan penyerapannya dengan cara mengkonsumsi vitamin C. Vitamin C dapat diperoleh dari buahbuahan diantaranya adalah buah pepaya. Buah pepaya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi yang dapat membantu meningkatkan penyerapan tablet zat besi pada ibu hamil. Vitamin C membantu penyerapan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk pembentukan gigi dan tulang. Selain mampu menyerap zat besi dari makanan yang dibutuhkan untuk mencegah anemia.
Tujuan: Menanamkan pengetahuan kepada ibu hamil tentang terkait anemia dengan buah kurma, sehingga ibu dapat mengetahui bagaimana mencegah terjadinya anemia serta cara mengatasinya.
Metode: Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan melalui pendekatan yaitu menganalisis kondisi wilayah Puskesmas Murung Pudak, yang kemudian dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncanakan dengan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan buah kurma dalam mencegah anemia kehamilan yang akan bekerjasama dengan Pihak Puskesmas, bidan desa dan bidan pemegang program.
Hasil: semua ibu hamil memiliki respon yang positif dalam kegiatan ini. Hal ini terlihat dari antusias peserta dalam sesi tanya jawab. Penyuluhan terkait program ”Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Makan Kurma Dan Zat Besi (Penahan Kursi)” dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan peserta penyuluhan lainnya terkait dengan kandungan kurma yang memiliki zat besi tinggi sehingga mampu mencegah anemia dan mengobati anemia bila dikonsumsi rutin selama hamil.
Kesimpulan: acara berjalan sesuai dengan rencana dan berlangsung lancar. Kegiatan edukasi diikuti oleh kader dan ibu hamil.
Referensi
REFRENSI
Anggun Retnowati, Pratiwi. Kusnadi, Joni. 2014. Pembuatan Minuman Probiotik Sari Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Dengan ISOLAT Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2(2) : 70-81
Ernawati, L. (2019). Khasiat Tokcer Madu dan Kurma (P. Delia (ed.); pertama). Laksana. https://www.google.co.id/books/ed ition/Khasiat_Tokcer_Madu_dan_ Kurma/q_HFDwAAQBAJ?hl=id& gbpv=1&dq=nilai+gizi+kurma&pg =PA75&printsec=frontcover
Eka Cahya, W., Listya Fitriani, A., Aldy Mandaty, F., & Karya Husada Semarang, S. (2021.). Efektivitas Buah Kurma Dan Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester Ii Di Wilayah Puskesmas Karangawen Ii Kabupaten Demak. 3(2), 2021.
Fauziah, N. A., & Maulany, N. (2021). Konsumsi Buah Kurma untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Gangguan Anemia. Majalah Kesehatan Indonesia, 2(2), 49–54. https://doi.org/10.47679/makein.202136
Widowati, R., Kundaryanti, R., & Lestari, P. P. (2019). Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil. AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI.
