CAMIL DATUK (Cegah Anemia Ibu Hamil Dengan Daun Katuk)Di Puskesmas Murung Pudak
CAMIL DATUK (Prevent Anemia In Pregnant Women With Katuk Leaves) At The Murung Pudak Health Center
DOI:
https://doi.org/10.33859/pkmmatang.v4i1.1545Kata Kunci:
Anemia, Daun Katuk, hamilAbstrak
Pada tahun 2021 sebanyak 41,8% Angka kematian ibu di Negara berkembang di sebabkan oleh Anemia dalam kehamilan¸ prevalensi anemia di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 44,2%. Salah satu penyebab anemia adalah kurangnya Zat besi di dalam tubuh. Anemia dapat di cegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan Vitamin C untuk membantu proses penyerapan, yaitu dengan mengkonsumsi daun katuk dengan tetap mengkonsumsi Tablet Fe sesuai dengan anjuran pemerintah. Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan melalui pendekatan yaitu menganalisis kondisi wilayah Puskesmas Murung Pudak, yang kemudian dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncanakan dengan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan daun katuk dalam kehamilan yang akan bekerjasama dengan Pihak Puskesmas, bidan desa dan bidan pemegang program. Kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan secara offline yang kemudian dilakukan evaluasi Setelah kegiatan telah dilaksanakan. Media penyuluhan yang digunakan dalam kegiatan ini adalam menggunakan leaflet yang berisi anemia ibu hamil serta cara mengatasi anemia dengan mengkonsumsi daun katuk untuk mengatasi anemia pada ibu hamil.
Referensi
Amini, A., Pamungkas, C. E., & Harahap, A. P. (2018). Umur Ibu dan Paritas Sebagai Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan. Midwifery Journal, 3(2), 108–113. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/mj.v3i2.506
Andita, F. (2018). Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anemia Kehamilan di Puskesmas Padang Bulan. Universitas Sumatera Utara.
Aditianti, A., & Djaiman, S. P. H. (2020). Pengaruh Anemia Ibu Hamil Terhadap Berat Bayi Lahir Rendah: Studi Meta Analisis Beberapa Negara Tahun 2015 Hingga 2019. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 163–177. https://doi.org/10.22435/kespro.v11i2.3799.163-177
Agus, Y., Horiuchi, S., & Porter, S. E. (2012). Rural Indonesia women’s traditional beliefs about antenatal care. BMC Research Notes, 5. https://doi.org/10.1186/1756-0500-5-589
Nurhaidah, N., & Rostinah, R. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(2), 121–129. https://doi.org/10.14710/jmki.9.2.2021.121-129
Nurmasari, V., & Sumarmi, S. (2019). Hubungan Keteraturan Kunjungan Antenatal Care dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Kecamatan Maron Probolinggo. Amerta Nutrition, 3(1), 46–51. https://doi.org/10.2473/amnt.v3i1.2019.46-51
McLean, E., Cogswell, M., Egli, I., Wojdyla, D., & De Benoist, B. (2009). Worldwide prevalence of anaemia, WHO Vitamin and Mineral Nutrition Information System, 19932005. Public Health Nutrition, 12(4), 444–454. https://doi.org/10.1017/S1368980008002401
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021a). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Gazali, R., Arifin, S., & Hayatie, L. (2020). Hubungan Faktor Antenatal Care Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Journal Homeostatis, 3(3), 353–360.
Dewi, H. P., & Mardiana. (2021). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Nusawungu II Cilacap. Journal of Nutrition College, 10(4), 285–296. Diambil dari http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/
