K Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam Dan Morrotal Ar-Rahman Sebagai Upaya Penurunan Glukosa Darah Pasien Dengan Diabetes Melitus di Desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

Penulis

  • Mohammad Basit Universitas Sari Mulia Banjarmasin Author
  • Fatmawati Fatmawati Sari Mulia University Author
  • Herlina Sucianingsih Sari Mulia University Author

Kata Kunci:

DM, Relaksasi Nafas Dalam, Murrotal Ar-Rahman, Glokusa Darah

Abstrak

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya hiperglikemia yang dikarenakan organ pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Peningkatan Gula Darah Sementara pada pasien DM tipe 2 terjadi karena resistensi insulin akibat pola hidup kurang baik yang berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga membuat organ pankreas mengalami penurunan fungsi. Pola hidup yang tidak baik seperti tidak patuh diit DM, kurang aktifitas fisik, minum obat tidak teratur memperburuk kondisi resistensi insulin, sehingga menurunkan jumlah resoptor insulin dari dalam sel target, terjadilah peningkatan kadar glukosa darah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarkat ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Sasaran pada kegiatan pegabdian masyarakat ini masyarakat desa Lok Baintan Dalam yang menderita diabetes melitus berjumlah 1 kepala keluarga. Hasil dari kegiatan, kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan murrotal Ar-Rahman yang diberikan kepada pasien 3 jam sebelum mengonsumsi obat gula darah mampu menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM tipe 2. Diharapkan perawat mampu menerapkan kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan murrotal Ar-Rahman untuk menurunkan GDS pasien DM tipe 2 selain dari terapi farmakologi yang dijalani pasien untuk pengobatan.

Referensi

(1) P2PTM Kemenkes RI (2020). Penyakit Diabetes Melitus. https://p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus [26 Oktober 2020]

Ilham, R (2020). Hubungan Kelelahan dan Efikasi Diri terhadap Kepatuhan Melakukan Latihan Fisik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Purwokerto Timur II.

Friedman. (2013). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publishing

Setiawan, M. D., & Yanto, A. (2020), Penurunan Kadar Glokusa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan Kombinasi Terapi Relaksasi Nafas Dalam dan Murrotal. Ners Muda, 1 (3), 184 – 192.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2018). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kerner, W., Bruckel, J. (2018). Definition, Classification and Diagnosis of Diabetes Mellitus. Experimental and Clinical Endocrinology Diabetes, 122(7): 384-386.

Intan, N., Dahlia, D., & Kurnia, D. A. (2022). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Fase Akut dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy: Studi Kasus. Jurnal Keperawatan Silampari, 5 (2), 680 – 688.

Diskominfo. (2022). Prevalensi Diabetes Melitus (DM). Diskominfo. https://data.kalselprov.go.id/dataset/data/1012/column

Ema Purwanti, L., & Nurhayati, T. (2017). Analisis Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien DM Tipe 2 Dalam Melakukan Perawatan Kaki. Journal of Health Sciences, 10(1). https://doi.org/10.33086/jhs.v10i1.141

PERKERNI. (2015). Konsensus pengelolaan dan pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia (PERKERNI).

Muttaqin, A. (2014). Asuhan Keperrawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular dan Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.

Diterbitkan

2025-02-06

Cara Mengutip

K Kombinasi Terapi Relaksasi Napas Dalam Dan Morrotal Ar-Rahman Sebagai Upaya Penurunan Glukosa Darah Pasien Dengan Diabetes Melitus di Desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. (2025). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Tangguh, 3(1). https://ocs.unism.ac.id/index.php/semnaspkm/article/view/1351