K Konseling Alat Kontrasepsi Menggunakan Lembar Balik ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan BerKB)

Penulis

  • Laurensia Yunita Universitas Sari Mulia Author

Kata Kunci:

ABPK, Konseling, Kontrasepsi

Abstrak

Salah satu isu strategis dan permasalahan pengendalian kuantitas penduduk yang harus mendapat perhatian khusus, sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015 – 2019 adalah masih tingginya unmet need. Faktor penyebab unmet need yaitu konseling KB yang belum optimal yang dipengaruhi oleh penggunaan media. Di Indonesia, alat bantu yang digunakan yaitu ABPK ber-KB, tetapi penggunaannya belum optimal memiliki kelemahan kurang praktis, sehingga penguasaan struktur dan kemampuan bidan dalam melaksanakan langkah-langkah dalam ABPK masih belum optimal. Konseling KB dengan ABPK merupakan percakapan tatap muka atau wawancara antara klien dengan konselor, yang diselenggarakan dengan sengaja, dengan tujuan membantu klien tersebut membuat keputusan yang sesuai dengan kondisi dan keinginannya dengan bantuan lembar balik ABPK. Lembar balik ABPK ini membantu klien memilih dan memakai motedo KB yang paling sesuai dengan kebutuhannya dan dengan ABPK memberikan informasi penting yang di perlukan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Media yang digunakan adalah ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah langkah SATU TUJU. Adapun materi yang disampaikan adalah Pengertian kontrasepsi, macam-macam metode kontrasepsi, efek samping, efektifitas, cara kerja dan kapan melakukan kunjungan pemeriksaan apabila ada masalah. Jumlah WUS (Wanita Usia Subur) wilayah Puskesmas Terminal  sebanyak sebanyak 48 orang. Hasil Pelaksanaan pelayanan konseling KB oleh Bidan di wilayah kerja puskesmas terminal sebagian besar kategori Baik sebanyak (66,7%). Pelaksanaan pelayanan konseling KB oleh Bidan di wilayah Puskesmas Terminal sebagian besar kategori Baik sebanyak (54,43%). Jenis alat kontrasepsi yang digunakan kilen di wilayah Ngadiluwih sebagian besar implan sebanyak (66,67%). Jenis alat kontrasepsi yang digunakan kilen di wilayah Puskesmas Terminal sebagian besar implan sebanyak (69,6%). Diharapkan pelaksanaan konseling memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dari Konseling sehingga Tujuan Konseling dapat terwujud dengan baik.

Referensi

Hidayati, Ratna. 2019. Metode dan Teknik Penggunaan Alat Kontrasepsi, Jakarta: Salemba Medika

Saroha, dkk, 2019. Pelayanan Keluarga Berencana, Jakarta; Trans Info Media.

Mulyaningsih & Sariyanti. 2014. Analisis tingkat pegetahuan akseptor KB tentang alatkontrasepsi di Puskesmas Sedayu I Tahun 2014, Yogyakarta, vol 2 No 2 hal 71-75, Jouenal Ners and midwifery Indonesia

Riskesdas 2018. Laporan Riskesdas 2018, , http///www.litbang.depkes.go.id/sites diakses 30 Januari 2022

Masturo, U., Kholisotin, K., & Agustin, Y. D. 2019. Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Tentang SADARI dengan Metode Diskusi Kelompok dan Metode Demonstrasi terhadap Perilaku WUS dalam Melakukan SADARI. Citra Delima : Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, 3(2), 141–154. https://doi.org/10.33862/citradelima.v3i2.86

Wahyuningsih, D., & Fatmawati. 2019. Hubungan Antara Dukungan Kader dengan Minat Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD pada PUS di Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Jurnal Nusantara Medika, 3(2), 13–23.

Yunita, L., Anisa, F. N., & Saputri, R. 2023. Analisis Algoritma ID3 pada Kunjungan Akseptor KB di Kota Banjarmasin. Jurnal Informasi Dan Teknologi, 5(3), 65–70. https://doi.org/10.60083/jidt.v5i3.392

Diterbitkan

2024-09-17

Cara Mengutip

K Konseling Alat Kontrasepsi Menggunakan Lembar Balik ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan BerKB). (2024). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Tangguh, 2(1), 421-427. https://ocs.unism.ac.id/index.php/semnaspkm/article/view/1455